Poor” people have BIG TV at their home, but “Rich” people
have BIG Library at their home”
Demikian nasihat almarhum Jim Rohn, yang tanpa saya
sadari sudah berhasil saya dan istri saya, PRAKTEKkan selama ini.
Ketika tahun lalu, saya dan istri, akhirnya
memutuskan untuk memilih dan membeli TV sendiri, untuk di rumah kami, hal itu
kami lakukan, setelah kami menunda keputusan tersebut selama hampir 15 tahun.
Ya benar Anda sedang tidak sedang salah membaca, hampir
15 tahun kami telah berhasil menunda keinginan kami untuk membeli TV sendiri,
bahkan bukan hanya TV, tetapi kulkas, dan juga beberapa perlengkapan elektronik
rumah lainnya.
Kami memilih untuk tetap memakai berbagai perlengkapan
elektronik lama, pemberian orang. Walaupun sebenarnya kami mampu beli sendiri
semua “mainan” itu, tetapi selama ini kami menundanya, karena kami memilih
untuk PRAKTEKkan salah satu rahasia besar orang sukses dan “kaya” yaitu prinsip
DELAYING GRATIFICATION.
Selama 15 tahun ini, berulang kali kami telah membeli big
flat screen TV, tetapi bukan untuk kami, tetapi untuk para penyewa properti2
kami dan bisnis2 kami, dan sementara itu pula selama 15 tahun ini, kami lebih
memilih untuk menginvestasikan uang dan waktu luang kami, bukan untuk membeli
dan menonton TV, tapi pada buku-buku, seminar-seminar dan training-training
yang telah dan akan mengubah dan memberdayakan kehidupan kami untuk
selalu menjadi lebih baik lagi, lagi dan lagi.
Buat para sahabat yang masih bingung, DELAYING
GRATIFICATION atau menunda kesenangan jangka pendek untuk kesenangan jangka
panjang adalah prinsip dan rahasia besar para orang sukses dan kaya.
Tetapi prinsip sebaliknya yaitu Instant Gratification
atau tidak mampu menunda kesenangan jangka pendeklah yang membuat kebanyakan
orang hidupnya gagal dan bangkrut.
Oh ya, prinsip menunda kesenangan ini bukan maksudnya
kita tidak boleh beli atau punya TV di rumah lho ya, please deh… tolong, jangan
diartikan sesempit itu, tetapi maksudnya adalah menunda kesenangan kesenangan
sesaat yang tidak begitu penting, untuk sesuatu yang jauh lebih penting dan
untuk tujuan jangka panjang.
Contoh kongkritnya lainnya yang kami terapkan adalah
kulkas, saya ingat kurang lebih 3 tahun yang lalu, istri saya Wei Wei saat itu
sedang mengajak anak kami Nadya ke toko elektronik untuk memilih dan membeli
TV, kulkas, microwave dan mesin cuci baru. Dan saat itu, Nadya dengan keluguan
seorang anak usia 10 tahun, komplain berat dengan mommy-nya, dia bilang begini
“Mommy ini gimana sih? Kulkas di rumah kita sendiri, udah tua dan jelek, udah
seumur aku, tapi tidak diganti yang baru, malah sekarang mommy beliin kulkas
dan perangkat elektronik baru untuk orang lain yang menempati apartemen sebelah
yang baru kita beli?”
Ya betul sahabat, kami membeli berbagai peralatan
elektronik baru untuk penyewa yang menyewa salah satu unit apartemen kami,
tetapi kami sendiri tetap memilih menggunakan berbagai peralatan
elektronik tua yang usianya sudah di atas 10 tahun. Itulah salah satu contoh
kongkrit prinsip DELAYING GRATIFICATION yang kami terapkan, dan membuat
kehidupan kami jauh…. jauuuh…. jauuuuuh…. lebih baik dibanding kehidupan kami
beberapa tahun sebelumnya, prinsip sama yang juga diPRAKTEKkan oleh para orang
sukses dan kaya di seluruh penjuru dunia.
Contoh kongrit lainnya adalah, 2 orang sahabat baik kami,
yang juga properti investor yang sukses. Sahabat yang satu tinggal di Kuala
Lumpur, memilih untuk tetap menyewa rumah, padahal sahabat saya ini bersama
istrinya sudah memiliki 11 buah aset PropertyCashMachine yang menghasilkan
penghasilan pasif untuk mereka. Sedangkan sahabat baik kami lainnya di Jakarta,
memilih untuk tetap tinggal di salah satu kamar kost bersama istrinya, padahal
dia memiliki puluhan PropertyCashMachine, bahkan penghasilan pasifnya saat itu
telah mencapai angka diatas 500 juta perbulan. Dan shhhhh…. Asal Anda tahu
saja, Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, juga menerapkan prinsip
yang sama, beliau memilih untuk tetap tinggal di rumah sederhananya di Omaha
sebuah kota kecil di US, yang dibelinya sejak tahun 1958.
Memang tidaklah mudah menerapkan prinsip DELAYING
GRATIFICATION di jaman sekarang ini, dimana setiap hari kita di bombardir oleh
iklan dan advertising yang menggoda kita untuk menerapkan hal sebaliknya,
Instant Gratification. Situasi dan lingkungan yang “menggoda” kita untuk
mengubah gaya hidup kita dengan sebentar sebentar mengganti gadget kita yang
masih bagus, hanya dengan alasan sudah ketinggalan jaman, atau menukar mobil
kita yang masih bagus, dengan mobil keluaran terbaru, karena tetangga kitapun
melakukannya, atau menukar “mainan-mainan” kita lainnya, hanya karena kita
takut di”cap” ketinggalan jaman atau “nggak gaul”.
Satu hal yang perlu disadari, saat Anda menerapkan
prinsip ini, mental Anda harus kuat, bersiap siaplah menerima sindiran, ejekan
atau celaan dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar Anda…..
Mungkin mereka akan bilang Anda pelit, kikir, nggak tahu
cara menikmati hidup, dan lain lain. Saran saya, jangan dengarkan mereka, ingat
peribahasa “Anjing menggonggong, kafilahpun berlalu” dan ingat apa tujuan besar
Anda menerapkan prinsip ini.
Pengalaman saya, membuktikan orang orang yang berpikir
dan mengatakan hal hal negatif tersebut akhirnya akan sadar juga, tetapi
biasanya disaat semuanya sudah terlambat, saat itu mereka yang tidak mampu
menerapkan DELAYING GRATIFICATION, masih tetap harus bekerja keras menukarkan
waktunya untuk mendapatkan uang.
Sementara itu, bagi kita kita yang sudah menerapkan
prinsip DELAYING GRATIFICATION, sedang bersantai menikmati hidup tanpa harus
bekerja untuk uang, karena uanglah yang bekerja untuk kita.