Thursday, December 19, 2013

LIFE IS A CHOICE

Suatu ketika kita pasti pernah merasa tersesat seperti contoh yang simple kita alami mungkin di perjalanan. Di suatu malam di daerah yang jarang kita lalui biasanya ketika lupa jalan dan menghadapi "PERSIMPANGAN JALAN "  . Ada yang lurus, ada yang ke kanan, ada yang ke kiri ataupun ada pilihan putar balik. Kali ini saya memilih jalan lurus, jujur saja biasanya saya tidak suka jalan putar balik, dan ketika berjalan kurang lebih 5-10 menit ada perasaan tidak nyaman dan firasat mengatakan jalan ini salah, dan mulailah mecari2 papan penunjuk arah. Dan tidak lama lagi ada persimpangan kembali dan mulailah ragu untuk memilih karena akibat yang pertama tadi, mau berhenti menepi dan bertanya ke orang sekitar tetapi keadaan gelap dan tidak ada orang meskipun ada kelihatannya tidak ramah. Dan akhirnya saya ambil keputusan, saya  tidak memutar balik tetapi memilih ke kanan. Kembali lagi saya kebingungan dan ragu setelah beberapa saat berjalan , mau tanya ke orang tetapi jalanan juga masih sepi . Saya berharap ada tanda penunjuk arah berwana hijau. Pada saat di ujung jalan tepat di persimpangan kembali barulah ada Penunjuk Arah  dan akhirnya ketemu arah yang dimaksud meskipun memang tidak lancar karena penunjuk arahnya juga tidak terlalu jelas. Atau yang baca memang bingung :) .


Jalanlah terus jangan pernah berhenti di satu titik.  Kata-kata "Life is A Choice bukan seperti  yang perlu ditakuti melainkan  harus dijalani. Jalani setiap pilihan yang akan menghampiri setiap orang. Mengutip kata-kata mutiara dari Albert Einstein "Life is a like a riding Bicycle, keep Moving to keep your balance "

Semoga di Tahun Baru 2014 akan menjadi lebih baik ...






Tuesday, October 15, 2013

MOM's INSPIRATION

Kebohongan sang ibu
------------------------
Seorang ibu dlm hidupnya membuat kebohongan.

1. Saat makan, jika makanan kurang, Ia akan memberikan makanan itu kpd anaknya dan berkata, "Cepatlah makan, ibu tdk lapar."?

2. Wkt makan, Ia selalu menyisihkan ikan dan daging untuk anaknya dan berkata, "ibu tdk suka daging, makanlah, nak.."?

3. Tengah mlm saat dia sdg menjaga anaknya yg sakit, Ia berkata,
"Istirahatlah nak, ibu msh blm ngantuk.."?

4. Saat anak sudah tamat sekolah, bekerja, mengirimkan uang untuk ibu. Ia berkata, "Simpanlah untuk keperluanmu nak, ibu masih punya uang."?

5. Saat anak sdh sukses, menjemput ibunya utk tinggal di rumah besar, Ia lantas berkata, "Rumah tua kita sangat nyaman, ibu tidak terbiasa tinggal di sana."?

Saat menjelang tua, ibu sakit keras, anaknya akan menangis, ttp ibu msh bs tersenyum sambil berkata, "Jangan menangis, ibu tidak apa apa." Ini adalah kebohongan terakhir yg dibuat ibu.?

Tidak peduli sebrp kaya kita, seberapa dewasanya kita, ibu slalu menganggap kita anak kecilnya, mengkhawatirkan diri kita tp tdk prnh membiarkan kita mengkhawatirkan dirinya ?


MOM's ASKING
Seorang Ibu terduduk di kursi rodanya suatu sore di tepi danau, ditemani Anaknya yang sudah mapan dan berkeluarga.

Si ibu bertanya " itu burung apa yg berdiri disana ??"
"Bangau mama" anaknya menjawab dengan sopan.
Tak lama kemudian si mama bertanya lagi..
"Itu yang warna putih burung apa?"
sdikit kesal anaknya menjawab " ya bangau mama?..."

Kemudian ibunya kembali bertanya
" Lantas itu burung apa ?" Ibunya menunjuk burung bangau tadi yg sedang terbang...

Dengan nada kesal si anak menjawab "ya bangau mama. kan sama saja!..emanknya mama gak liat dia terbang!"

Air menetes dari sudut mata si mama sambil berkata pelan.."Dulu 35 tahun yang lalu aku memangku mu dan menjawab pertanyaan yg sama untuk mu sebanyak 10 kali,..sedang saat ini aku hanya bertanya 3 kali, tp kau membentak ku 2 kali.."

Si anak terdiam...dan memeluk mamanya.

Pernahkah kita memikirkan apa yg telah diajarkan oleh seorang mama kepada kita? Sayangilah Mama/Ibu-mu dgn sungguh2 krn sorga berada di telapak kaki Ibu.

Mohon ampunan jika km pernah menyakiti hati Ibumu.
Dan teruskan kpd Org2 yg perlu membaca renungan ini.

Saturday, September 7, 2013

INVESTOR VS SPEKULAN

Investasi adalah tindakan yang melalui analisis menyeluruh, menjanjikan keamanan dana pokok dan memberikan keuntungan memadai....
Menurut Benyamin Graham, untuk suatu investasi setidaknya harus memenuhi tiga elemen yakni:
1. Anda harus menganalisis sebuah perusahaan secara menyeluruh, kokoh atau tidaknya pondasi bisnisnya sebelum anda membeli sahamnya.
2. Anda harus mengambil tindakan untuk melindungi diri anda dari kerugian besar.
3. Anda harus memasang target untuk mencapai kinerja yang "lumayan" , bukan yang luar biasa.

Seorang investor menghitung berapa nilai suatu saham, berdasarkan nilai bisnis perusahaan tersebut.
Seorang spekulator berjudi bahwa suatu saham akan naik harganya karena ada orang lain yang mau membayar lebih tinggi lagi nanti.
Investor memperhitungkan harga pasar menggunakan standar standar nilai yang telah ada, sementara spekulator mendasarkan standar nilai pada harga pasar.

Bagi seorang spekulator, aliran harga saham yang terus menerus bagaikan oksigen, jika terhenti mereka akan mati. Bagi seorang investor, apa yang Graham sebut sebagai nilai " pasar" tidaklah begitu penting. Graham menghimbau anda untuk melakukan investasi hanya jika anda merasa nyaman memiliki suatu saham walaupun anda tak tahu harga harian saham tersebut.

Anda termasuk golongan mana??? Investor or Spekulan ?

Monday, August 5, 2013

CLAIM ASURANSI TIDAK BISA DICAIRKAN KARENA KETIDAK JUJURAN

“Kenapa dokter berikan data kalau saya sudah ada diabetes sejak 5 tahun yang lalu?” Kata si pasien marah-marah.
“Di rekam medis memang begitu. Bapak kan sudah jadi pasien diabetes saya 5 tahun?” Kata saya.
“Dokter kan bisa berbohong sedikit, mengatakan saya baru ketahuan DM saat saya kena pembusukan kaki kemarin.” Katanya kesal, “Saya baru masuk asuransi 5 bulan dok. Dan karena dokter bilang pembusukan kaki saya itu gara-gara diabetes dan diabetes saya sudah ketahuan sejak 5 tahun yang lalu, asuransi tidak mau menanggung biaya perawatan saya kemarin yang habis 25 jutaan,” Katanya kesal.
”Lho. Asuransi tidak mau menanggung komplikasi diabetes yang sudah bapak derita lama? Kenapa?Memangnya perjanjian asuransinya bagaimana” Tanya saya penasaran.
”Emmmm…Begini,dok. Saya tidak mengaku ada diabetes dan hipertensi. Saat dicek kesehatan saya kan makan semua obat kolesterol, darah tinggi dan diabetes jadinya semua normal.” Katanya agak gugup.
”Kenapa dirahasiakan,pak?” Tanya saya.
”Kalau ketahuan banyak penyakit, premi asuransi saya bisa nambah banyak dari yang standar. Rugi, dok..” Katanya akhirnya malu sendiri. Hilang deh marahnya.
”Ya, saya tidak bisa berbohong, pak. Profesi inilah hidup saya. Kalau saya berbohong dan asuransi mengadukan ke pengadilan lalu status bapak dibuka, terbukti bapak sudah 5 tahun DM, habis praktek saya. Saya mau menolong orang kalau saya yakin tidak bikin masalah dengan pertolongan itu. Mestinya bapak tidak berbohong punya banyak penyakit ke asuransi.” Kata saya mengingatkan.
”Ya, sudah. Terima kasih,lah. Tetapi saya kecewa dengan dokter..”Katanya lalu pergi.
Dan keputusan saya tidak menolong berbohong pasien DM tadi membuat dia tidak kontrol-kontrol lagi selama kurang lebih 1 tahun, sampai akhirnya minggu lalu datang lagi dengan muka pucat dan terlihat seperti 5 tahun lebih tua dari umurnya.
”Lho, bapak kenapa gula darahnya sudah 400 an begini? Tidak pernah berobat, ya setahun ini?” Tanyaku prihatin.
”Maaf, dok. Saya marah sekali dengan dokter soal asuransi tahun kemarin, jadi tidak mau lagi saya kontrol ke dokter. Saya ke dokter lain, dok. Tetapi pindah ke beberapa orang dokter, ternyata obat-obatannya paten semua. Jarang spesialis lain yang mau kasih obat generik seperti dokter. Saya bisa keluar biaya 800 ribuan tiap minggu menebus obat. Sedangkan dengan dokter paling-paling 300 ribu sebulan. Makanya saya tidak rutin makan obat, kalau sudah sakit sekali kepala dan badan baru berobat. Tetapi capek juga dengan kondisi begini, dok. Saya harus berobat rutin lagi kayaknya, jadi saya ke sini lagi. Gak papa,kan dok?” Katanya tidak enak hati.
”Ya, tidak masalah, sih pak. Untuk sakit kronis yang seumur hidup perlu makan obat seperti bapak, saya pasti dominan kasih obat generik. Apalagi pasti asuransi kemarin tidak bakalan mau lagi menanggung obat-obatan bapak, karena waktu pemeriksaan kesehatan bapak tidak mengaku punya penyakit, kan?” Kata saya, si pasien pun tersenyum malu tetapi legah juga saya tidak marah.
Saya jadi teringat teman saya seorang dokter gigi, dia mengasuransikan mobilnya dengan setengah hati. Minta si penilai harga menurunkan harga mobilnya yang seharusnya 250 juta menjadi 150 juta, dengan tujuan premi asuransinya lebih kecil. Tujuh bulan setelah diasuransikan, mobilnya hilang saat parkir di sebuah mall. Dan dia hanya mendapat ganti rugi 120 juta, 80% dari harga mobil yang dikarangnya. Dia pun menyesal,kenapa mesti menukang-nukangi harga mobil untuk mengurangi premi, seolah tidak yakin bakal terjadi apa-apa.
Nah, pasien satu ini pun mengakal-akali asuransi dengan mengaku tidak punya penyakit ’simpanan’ supaya bayar preminya lebih murah, dan inginkan dokternya membantu dia membohongi pihak asuransi kalau ada klaim perawatan sesuai penyakit lamanya.
Padahal asuransi pasti mempunyai tim penilai dan tim medis yang bisa memperkirakan apakah klaim tersebut layak ditanggung atau tidak sesuai perjanjian. Jika klaim ini dicurigai ada yang tidak beres dan sampai-sampai ke pengadilan lalu ketahuan si dokter berbohong demi membantu si pasien, maka dia bisa kehilangan ijin prakteknya, periuk nasinya. Bodoh sekali, kan?
Saran saya, sih. Jika anda mau mengikuti asuransi apapun dengan tujuan proteksi, sebaiknya ikhlas menjalani dan membayarnya sesuai ketentuan dan besarnya resiko. Asuransi itu seperti meminta doa, supaya jangan terjadi apa-apa dengan kita selama premi kita bayarkan dan kalau terjadi apa-apa pun ada pihak yang membantu mengganti kerugiannya.
Kalau yakin tidak bakal kena musibah dan mau hemat, sih, ya tidak usah ikut-ikutan asuransi. Toh tidak ikut juga tidak berdosa, kok…
disadur dari Kompasiana.com

Wednesday, June 26, 2013

DELAYING GRATIFICATION (MENUNDA KESENANGAN)


Poor” people have BIG TV at their home, but “Rich” people have BIG Library at their home”


Demikian nasihat almarhum Jim Rohn, yang tanpa saya sadari sudah berhasil saya dan istri saya,  PRAKTEKkan selama ini.


Ketika tahun lalu,  saya dan istri, akhirnya memutuskan untuk memilih dan membeli TV sendiri, untuk di rumah kami, hal itu kami lakukan, setelah kami menunda keputusan tersebut selama hampir 15 tahun.


Ya benar Anda sedang tidak sedang salah membaca, hampir 15 tahun kami telah berhasil menunda keinginan kami untuk membeli TV sendiri, bahkan bukan hanya TV, tetapi kulkas, dan juga beberapa perlengkapan elektronik rumah lainnya.


Kami memilih untuk tetap memakai berbagai perlengkapan elektronik lama, pemberian orang. Walaupun sebenarnya kami mampu beli sendiri semua “mainan” itu, tetapi selama ini kami menundanya, karena kami memilih untuk PRAKTEKkan salah satu rahasia besar orang sukses dan “kaya” yaitu prinsip DELAYING GRATIFICATION.


Selama 15 tahun ini, berulang kali kami telah membeli big flat screen TV, tetapi bukan untuk kami, tetapi untuk para penyewa properti2 kami dan bisnis2 kami, dan sementara itu pula selama 15 tahun ini, kami lebih memilih untuk menginvestasikan uang dan waktu luang kami, bukan untuk membeli dan menonton TV, tapi pada buku-buku, seminar-seminar dan training-training  yang telah dan akan mengubah dan memberdayakan kehidupan kami untuk selalu menjadi lebih baik lagi, lagi dan lagi.


Buat para sahabat yang masih bingung, DELAYING GRATIFICATION atau menunda kesenangan jangka pendek untuk kesenangan jangka panjang adalah prinsip dan rahasia besar para orang sukses dan kaya.


Tetapi prinsip sebaliknya yaitu Instant Gratification atau tidak mampu menunda kesenangan jangka pendeklah yang membuat kebanyakan orang hidupnya gagal dan bangkrut.


Oh ya, prinsip menunda kesenangan ini bukan maksudnya kita tidak boleh beli atau punya TV di rumah lho ya, please deh… tolong, jangan diartikan sesempit itu, tetapi maksudnya adalah menunda kesenangan kesenangan sesaat yang tidak begitu penting, untuk sesuatu yang jauh lebih penting dan untuk tujuan jangka panjang.


Contoh kongkritnya lainnya yang kami terapkan adalah kulkas, saya ingat kurang lebih 3 tahun yang lalu, istri saya Wei Wei saat itu sedang mengajak anak kami Nadya ke toko elektronik untuk memilih dan membeli TV, kulkas, microwave dan mesin cuci baru. Dan saat itu, Nadya dengan keluguan seorang anak usia 10 tahun, komplain berat dengan mommy-nya, dia bilang begini “Mommy ini gimana sih? Kulkas di rumah kita sendiri, udah tua dan jelek, udah seumur aku, tapi tidak diganti yang baru, malah sekarang mommy beliin kulkas dan perangkat elektronik baru untuk orang lain yang menempati apartemen sebelah yang baru kita beli?”


Ya betul sahabat, kami membeli berbagai peralatan elektronik baru untuk penyewa yang menyewa salah satu unit apartemen kami, tetapi kami sendiri tetap memilih  menggunakan berbagai peralatan elektronik tua yang usianya sudah di atas 10 tahun. Itulah salah satu contoh kongkrit prinsip DELAYING GRATIFICATION yang kami terapkan, dan membuat kehidupan kami jauh…. jauuuh…. jauuuuuh…. lebih baik dibanding kehidupan kami beberapa tahun sebelumnya, prinsip sama yang juga diPRAKTEKkan oleh para orang sukses dan kaya di seluruh penjuru dunia.


Contoh kongrit lainnya adalah, 2 orang sahabat baik kami, yang juga properti investor yang sukses. Sahabat yang satu tinggal di Kuala Lumpur, memilih untuk tetap menyewa rumah, padahal sahabat saya ini bersama istrinya sudah memiliki 11 buah aset PropertyCashMachine yang menghasilkan penghasilan pasif untuk mereka. Sedangkan sahabat baik kami lainnya di Jakarta, memilih untuk tetap tinggal di salah satu kamar kost bersama istrinya, padahal dia memiliki puluhan PropertyCashMachine, bahkan penghasilan pasifnya saat itu telah mencapai angka diatas 500 juta perbulan. Dan shhhhh…. Asal Anda tahu saja, Warren Buffet, salah satu orang terkaya di dunia, juga menerapkan prinsip yang sama, beliau memilih untuk tetap tinggal di rumah sederhananya di Omaha sebuah kota kecil di US, yang dibelinya sejak tahun 1958.


Memang tidaklah mudah menerapkan prinsip DELAYING GRATIFICATION di jaman sekarang ini, dimana setiap hari kita di bombardir oleh iklan dan advertising yang menggoda kita untuk menerapkan hal sebaliknya, Instant Gratification. Situasi dan lingkungan yang “menggoda” kita untuk mengubah gaya hidup kita dengan sebentar sebentar mengganti gadget kita yang masih bagus, hanya dengan alasan sudah ketinggalan jaman, atau menukar mobil kita yang masih bagus, dengan mobil keluaran terbaru, karena tetangga kitapun melakukannya, atau menukar “mainan-mainan” kita lainnya, hanya karena kita takut di”cap” ketinggalan jaman atau “nggak gaul”.


Satu hal yang perlu disadari, saat Anda menerapkan prinsip ini, mental Anda harus kuat, bersiap siaplah menerima sindiran, ejekan atau celaan dari keluarga, teman, atau lingkungan sekitar Anda…..


Mungkin mereka akan bilang Anda pelit, kikir, nggak tahu cara menikmati hidup, dan lain lain. Saran saya, jangan dengarkan mereka, ingat peribahasa “Anjing menggonggong, kafilahpun berlalu” dan ingat apa tujuan besar Anda menerapkan prinsip ini.


Pengalaman saya, membuktikan orang orang yang berpikir dan mengatakan hal hal negatif tersebut akhirnya akan sadar juga, tetapi biasanya disaat semuanya sudah terlambat, saat itu mereka yang tidak mampu menerapkan DELAYING GRATIFICATION, masih tetap harus bekerja keras menukarkan waktunya untuk mendapatkan uang.


Sementara itu, bagi kita kita yang sudah menerapkan prinsip DELAYING GRATIFICATION, sedang bersantai menikmati hidup tanpa harus bekerja untuk uang, karena uanglah yang bekerja untuk kita.

Friday, May 31, 2013

Asuransi Tradisional (Term) dan Modern (unit Link)

Pada jaman modern seperti sekarang ini, telah banyak berkembang berbagai jenis asuransi di masyarakat. Dalam menejemen resiko, asuransi memungkinkan adanya pembagian resiko atau pemindahan tanggungan resiko. Untuk memilih jenis asuransi yang cocok dengan kebutuhan kita, tentunya kita perlu mengetahui terlebih dahulu jenis-jenis asuransi resiko. Secara garis besar, asuransi dibagi menjadi dua jenis utama yaitu

1. Asuransi tradisional
2. Asuransi Non-Tradisional (modern).

Asuransi tradisional adalah jenis asuransi yang telah lama banyak dimanfaatkan oleh para konsumen.

Asuransi tradisional terdiri dari a). Term b). Wholelife, c). Endowment
a) TERM
Asuransi jenis ini biasanya banyak dibeli oleh orang, karena pembayaran preminya yang murah dan mendapatkan manfaat yang besar. Dengan kata lain bayar sedikit dan dapatnya besar, akan tetapi apabila tidak digunakan tahun ini maka tidak bisa dilakukan klaim dan uang yang telah disetorkan akan hangus. Asuransi jenis ini seperti Asuransi Mobil atau motor, asuransi kesehatan dan lain-lain.

b) Wholelife
Asuransi jenis ini memberikan pertanggungan resiko kepada tertanggung hingga ahir usia, biasanya sampai umur 99 tahun. Masa pembayaran premi pada asuransi jenis ini ditentukan sejak awal perjanjian, jadi tidak ada perpanjangan masa pembayaran premi. Apabila sejak awal ditentukan masa pembayaran preminya 6 tahun, ya hanya sampai 6 tahun bayarnya kemudian sampai seumur hidup tidak akan ditagih lagi.

c) Endowment
Asuransi jenis Endowment ini adalah asuransi jiwa dengan nilai tabungan yang lebih besar. Biasanya asuransi jenis ini dikenal dengan asuransi pendidikan atau asuransi dana pension. Asuransi ini juga bisa disebut sebagai tabungan yang berbonus asuransi jiwa, karena jika terjadi sesuatu pada masa menabung maka penabung akan mendapatkan uang pertanggungan sebagai santunan.
Asuransi non tradisional atau biasa disebut sebagai asuransi moderen adalah jenis asuransi dengan UNIT-LINK. Asuransi jenis unit-link ini adalah jenis asuransi yang menggabungkan antara asuransi jiwa dan investasi. Asuransi ini sangatlah terkenal dan banyak diminati oleh masyarakat karena kemudahan dan keuntungan yang diperoleh dari asuransi jenis ini


Untuk Asuransi Modern yang lebih dikenal dengan istilah UNITLINK dikenal sebagai perpaduan dari TERM + INVESTASI
Dengan memilih UNITLINK banyak orang berharap hasil investasi nya meningkat berkali2 lipat .
Tetapi sekali lagi Investasi tetap Ada naik dan Turun , yang sekarang ini terjadi tren memang sedang naik , tetapi ingat kembali  bahwa tidak yang selamanya naik akan terus naik dan yang selamanya turun akan turun.
Untuk kelemahannya di UNITLINK ini adalah :
- Investasi yang ditanam  di UNITLINK karena memang digabung dengan asuransi otomatis kena biaya2 sepeti biaya akuisisi dan biaya adminitrasi.  Sedangkan bila memang ingin berinvestasi bukankah lebih baik ke REKSADANA yang notabene sama dan biaya juga lebih murah Fee submittion (masuk) 0,5-1,5% , dan fee redemption (keluar) :  Free - 1,5%.

- Untuk ilustrasi pembayarannya karena dijanjikan 10 tahun saja dan tahun 11 ,12, dst  tidak perlu,  ini juga TIDAK  PASTI FREE. Karena pada dasarnya tahun 11 , 12 , dst sampai masa pertanggungan tetap harus membayarkan biaya2nya (premi, administrasi,akuisisi) hanya diambil dari nilai investasinya , yang dirasa cukup bila sudah berjalan 10 Tahun.
Tetapi perlu diingat bila Investasi nya turun/tidak sesuai ekspetasi (ilustrasi) maka nasabah tetap membayarkannya agar polis tidak lapse (gagal).

Di Satu Sisi untuk Asurasnsi basis TERM , di dalam polisnya dengan jelas dicantumkan uang Tunai yang akan didapatkan di Tahun X.



 

Saturday, April 20, 2013

Di Mana Diri Anda ?

Dimana Diri Anda?

Ketika orang senyum ramah dan bersikap respek pada Anda, spontan Anda akan membalas dengan senyuman, respek dan merasa bahagia!

Ketika orang berbicara ketus, sikap menghina, Anda pun membalas dengan ketus, balik menghina dan timbulah sakit hati!

Anda telah membiarkan orang lain menentukan sikap Anda.
Anda menjadi baik karena orang baik pada Anda.
Anda menjadi jahat karena orang menjahati Anda.
Anda jujur karena lingkungan jujur, Anda licik karena lingkungan licik, Anda berjudi karena orang lain berjudi.
Anda beramal karena orang lain beramal

Anda baik bukan karena Anda benar-benar baik tapi karena orang-orang disekitar Anda yang baik.
Anda kejam bukan karena
Anda jahat tapi karena orang-orang disekeliling Anda yang kejam lalu Anda ikut menjadi kejam.

Dimana diri Anda?
Dimana kesadaran dan kepribadian Anda?
Orang yang masih terombang-ambing dipengaruhi oleh lingkungannya adalah orang yang tidak mempunyai kepribadian, orang lainlah yang menentukan kepribadian Anda.
Anda tidak punya sikap, lingkungan yang memberi Anda sikap.
Anda tidak punya pilihan, Lingkunganlah yang akan memilihkannya untuk Anda.

Anda tidak menjadi tuan bagi diri Anda, orang lain dan lingkungan yang menjadi tuan atas diri Anda

Inilah bedanya kita dengan orang bijak.
Orang bijak melakukan kebaikan bukan karena .. dunia baik padanya.
Orang bijak melakukan kebaikan walaupun dunia menjahatinya.

Saturday, April 6, 2013

Golden Protector

Golden Protector merupakan program asuransi hari tua atau masa pensiun yang digabungkan dengan manfaat perlindungan jiwa akibat kecelakaan dari Manulife. Artinya, jika selama masa pertanggungan Anda meninggal karena kecelakaan, Uang Pertanggungan (UP) sebesar 100% akan dibayarkan oleh Manulife.
Sebagai asuransi tradisional, Golden Protector memiliki keunggulan dalam hal Guraranteed Issue (tidak memerlukan Medical Test). Sehingga semua orang dapat memiliki asuransi ini tanpa mempedulikan kondisi kesehatan ataupun besarnya UP yang dipilih karena tidak ada syarat pemeriksaan kesehatan.
Adanya fasilitas Guraranteed Issue, menyebabkan asuransi Golden Protector sesuai bagi Anda yang memiliki masalah kesehatan dan ingin menyiapkan dana pensiun melalui asuransi jiwa.
Manfaat Pertanggungan
  1. Pembayaran tunai di usia mapan sebesar 50% UP, apabila setelah 2 tahun sejak tanggal penerbitan polis tertanggung masih hidup.
  2. Pembayaran tunai tahunan sebesar 10% UP, jika setelah 2 tahun sejak tanggal penerbitan polis tertanggung masih hidup. Pembayaran ini diberikan pada ulang tahun polis berikutnya setelah usia mapan hingga usia 69 tahun.
  3. Manfaat meninggal akibat kecelakaan di dalam masa pertanggungan sebesar 100% UP.
  4. Apabila tertanggung meninggal sebelum 2 tahun sejak tanggal penerbitan polis, maka premi dasar yang telah dibayarkan akan dikembalikan 100% dan kontrak berakhir.
  5. Apabila tertanggung meninggal dalam masa pembayaran premi setelah 2 tahun sejak tanggal penerbitan polis, maka terdapat santunan pembebasan premi. Santunan ini berlaku mulai dari jatuh tempo pembayaran premi berikutnya setelah tertanggung meninggal hingga akhir masa pembayaran premi.
  6. Survival Bonus diberikan bersaman dengan pembayaran tunai tahunan, selama tertanggung masih hidup dalam usia mapan.
  7. Terminal Bonus atau manfaat akhir kontrak akan diberikan pada usia 70 tahun jika tertanggung hidup sampai akhir masa pembayaran premi.
Usia Masuk dan Masa Pertanggungan
Usia masuk program ini yaitu 18 – 55 tahun dengan masa pertanggungan hingga usia 70 tahun.
Usia Mapan, Masa Pembayaran Premi dan Uang Pertanggungan
Pilihan usia mapan yaitu 40, 45, 50, 55 dan 60 tahun. Sementara masa pembayaran premi yang dapat dipilih yaitu 5, 10, 15 dan 20 tahun dengan minimal UP 200 Juta.
Perlindungan dapat diperluas dengan pertanggungan tambahan (Rider):
  1. Waiver of Premiun (Santunan pembebasan premi)
  2. Kecelakaan dan Cacat Tetap
  3. Kesehatan
  4. Advanced Life Protector
Ilustrasi:
Bapak Budiman berusia 31 tahun, membeli Golden Protector UP Rp 200 Juta dengan Masa Pembayaran 20 tahun, memilih usia mapan 55 tahun. Maka Apabila Bapak Budiman:
  • Meninggal dalam Masa Pembayaran Premi sebelum 2 tahun pertama polis akan mendapatkan 100% pengembalian premi dasar dan polis berakhir.
  • Meninggal dalam Masa Pembayaran Premi dan telah melewati 2 tahun pertama polis akan mendapatkan:
  1. Pembebasan Premi sampai dengan akhir Masa Pembayaran Premi.
  2. 50% UP pada usia mapan (50 tahun).
  3. Pembayaran Tunai Tahunan, dimulai pada ulang tahun polis berikutnya setelah usia mapan (50 tahun) sampai dengan usia 69 tahun sebesar 10% UP.
  • Meninggal setelah Masa Pembayaran Premi namun, sebelum usia mapan maka akan mendapatkan:
  1. 50% UP pada usia mapan (50 tahun).
  2. Pembayaran Tunai Tahunan, dimulai pada ulang tahun polis berikutnya setelah usia mapan (50 tahun) sampai dengan usia 69 tahun sebesar 10% UP.
  3. Terminal Bonus sebesar 105%** UP pada usia 70 tahun.
  • Tertanggung hidup sampai akhir Masa Pertanggungan (70 tahun), maka akan mendapatkan:
  1. 50% UP pada usia mapan (50 tahun).
  2. Pembayaran Tunai Tahunan, dimulai pada ulang tahun polis berikutnya setelah usia mapan (50 tahun) sampai dengan usia 69 tahun sebesar 10% UP.
  3. Survival Bonus sebesar 5%** UP.
  4. Terminal Bonus sebesar 105%** UP pada usia 70 tahun.
Sekarang, kita lihat perhitungannya:
USIA MASUK
31
PREMI PER TAHUN
9,905,700
MASA PEMBAYARAN
20
TOTAL PREMI YANG DIBAYAR
198,114,000
UANG PERTANGGUNGAN
200,000,000
USIA MAPAN
55
PEMBAYARAN TUNAI
USIA MAPAN 55 TAHUN
100,000,000
SANTUNAN PER TAHUN
20,000,000
USIA 56TH S.D. 69 TH
14
TOTAL SANTUNAN TAHUNAN
280,000,000
BONUS SANTUNAN PER TAHUN
10,000,000**
USIA 56TH S.D. 69 TH
14
TOTAL BONUS TAHUNAN
140,000,000
TOTAL PEMBAYARAN TUNAI SELAMA KONTRAK
520,000,000
BONUS: ASURANSI KECELAKAAN SELAMA KONTRAK MENINGGAL SEBELUM USIA 70
200,000,000
BONUS PEMBAYARAN TUNAI USIA 70TH
259,000,000**
     
Berarti Bp Budiman dengan menyetorkan 198.114.000  akan mendapatkan  520.000.000  (naik 162 %) belum lagi bila dengan bonus pembayaran  tunai usia 70 thn 259.000.000.
Keterangan:
*Jika tertanggung meninggal karena kecelakaan, ahli waris akan menerima tambahan 100% UP.
**Bukan merupakan nilai yang dijamin (asumsi).
Ingin tahu lebih lanjut mengenai produk ini, silakan hubungi saya dengan mencantumkan nama, jenis kelamin, tanggal lahir, merokok/tidak serta alamat email

Friday, March 22, 2013

Tips Pilih Asuransi

Banyak perusahaan asuransi mengklaim mereka adalah yang terbaik. Ini bisa dilihat kalau ada produk asuransi yang ditawarkan kepada masyarakat lewat iklan-iklan, nyaris tidak ada yang kurang. Meski demikian, ada beberapa faktor yang seharusnya dipertimbangkan dalam proses memilih suatu perusahaan asuransi terutama untuk asuransi jiwa.
Setidaknya ada tiga faktor yang perlu dipertimbangkan dalam memilih perusahaan asuransi swasta yakni kekuatan keuangan (security), jasa (service), dan biaya.
Kekuatan keuangan asuransi yang menyangkut kemampuan keuangan perusahaan tersebut untuk memenuhi janjinya jika keadaan membutuhkan. Hal ini penting diketahui, karena tidak sedikit perusahaan asuransi yang tampak di luarnya mentereng. Misalnya gedungnya bertingkat, kendaraan direksinya bagus-bagus. Tetapi, tatkala terjadi klaim dari nasabah, perusahaan tersebut tidak mampu membayar.
Dalam menilai kekuatan keuangan ini ada beberapa tolak ukur yang perlu diperhatikan. Aset dan liabilitasnya. Ini bisa dilihat dari laporan neraca keuangan yang diumumkan di koran. Lihat juga, apakah investasinya ditanam pada current atau longterm. Dari segi liabilitas (kemampuan melunasi kewajiban) akan terlihat di neraca, bagaimana utangnya pada reasuradur, bagaimana dia memenuhi kewajiban membayar klaim, dan lain sebagainya.
Lalu Underwriting policy. Di neraca dan laporan tahunan akan terlihat bahwa asuransinya masih untung, atau mengalami pertumbuhan laba. Ini berarti underwriting policy nya bagus.
Underwriter asuransinya memiliki tenaga-tenaga yang berkualitas atau tidak. Itu diketahui dari profil perusahaan yang memuat para underwriternya.
Jasa (service) merupakan cermin sejauh mana sumber daya manusia di perusahaan tersebut berkualitas atau tidak. Misalnya sejauh mana kecepatan pelayanan baik dalam menerbitkan polis apalagi dalam pembayaran santunan atau klaim.
Tips lainnya, kalau anda memilih perusahaan asuransi jiwa joint venture, dapat dilihat bagaimana reputasi dari perusahaan asing tersebut di berbagai negara lain. Dan jika memilih perusahaan asuransi jiwa lokal (bukan joint venture) maka pilihlah perusahaan yang memiliki reputasi ”tahan banting”, yaitu perusahaan yang sudah sangat berpengalaman, sudah pernah melalui berbagai macam krisis namun tetap eksis.
Apalagi perusahaan asuransi milik pemerintah yang sudah pasti terjamin keamanannya. Kesimpulan, dari tips-tips sederhana di atas dapat membantu Anda mengurangi risiko tidak dibayarnya klaim Anda oleh perusahaan asuransi. Yang paling penting, jangan lantas takut untuk ikut asuransi.[Sumber: Jiwasraya]

Berhenti Merokok Sebelum Usia 40 Tahun Bisa Perpanjang Umur

Satu penelitian baru mendapati perokok yang berhenti merokok sebelum berusia 40 tahun bisa berumur sama panjang dengan orang-orang yang tidak pernah merokok.
Peneliti di Universitas Toronto melaporkan, berhenti merokok sebelum usia 40 mengembalikan hampir 10 tahun rentang hidup yang umumnya berkurang dari perokok.

Tetapi itu bukan berarti merokok aman sampai usia 40 tahun. Peneliti utama kajian tersebut, Prabhat Jha, Guru Besar Universitas Toronto dan kepala Pusat Penelitian Kesehatan Global di Rumah Sakit St. Michael, mengatakan bahwa mantan perokok tetap berisiko lebih besar meninggal lebih cepat dibandingkan mereka yang seumur hidup tidak pernah merokok.

"Sekarang ini, tidaklah benar bahwa hal terbaik adalah merokok sampai usia 40, lalu berhenti. Jika itu kita lakukan, kita tetap berisiko, setidaknya 20 persen lebih tinggi untuk meninggal dibandingkan jika kita sudah berhenti merokok sebelum usia 40. Risiko itu jauh lebih rendah, tetapi cukup signifikan, daripada risiko terus merokok. Sebaliknya, risiko pada mereka yang berhenti merokok sebelum usia 30 pada dasarnya hampir sama dengan tingkat risiko pada mereka yang tidak pernah merokok. Artinya, mereka mendapatkan kembali hampir 10 tahun penuh rentang usia yang berkurang akibat merokok. Jadi, pesan utamanya bukanlah aman untuk merokok sampai usia 40 lalu berhenti. Pesan utamanya adalah: Jangan merokok. Kalau Anda merokok, berhentilah sedini mungkin," ujarnya.

Peneliti juga mendapati, risiko perempuan meninggal akibat sebab-sebab terkait rokok, 50 persen lebih tinggi daripada risiko yang didapat dalam penelitian tahun 1980. Penelitian baru itu mempelajari catatan kesehatan dan kematian di Amerika, tetapi menurut Jha, temuan itu bisa berlaku di seluruh dunia.

Prabhat Jha mengatakan, "Merokok melipatganda kenaikan jumlah penyakit pada penduduk di mana saja. Bersama tiga penelitian lain baru-baru ini, penelitian itu menegaskan, risiko peningkatan itu sekitar tiga kali lipat. Jadi, itu menunjukkan risiko di seluruh dunia mungkin akan menjadi ekstrim. Pada dasarnya, yang kami dapati adalah jika perempuan merokok seperti laki-laki, mereka meninggal seperti laki-laki. Sama halnya jika orang India merokok seperti orang Amerika, maka mereka akan meninggal seperti orang Amerika. Jika orang-orang Tionghoa merokok seperti orang Amerika, maka mereka akan meninggal seperti orang Amerika."

Menurut Jha, sekitar separuh dari perkiraan 1,3 miliar perokok di dunia bermukim hanya di lima negara yaitu Brazil, Tiongkok, Rusia, Indonesia dan India. Jika kecenderungan itu berlanjut, laporan Jha menyebutkan, maka rokok akan membunuh sekitar satu miliar orang pada abad ke-21, peningkatan yang luar biasa dari 100 juta dalam abad ke-20.

Penelitian itu diterbitkan dalam New England Journal of Medicine.

Studi: Harapan Hidup Meningkat ,Begitu pula dengan Kesakitan yang Meningkat

Studi mengenai beban penyakit global menunjukkan bahwa angka harapan hidup meningkat, namun manusia hidup lebih lama dengan kesehatan buruk.

MANULIFE INVESTMENT PROTECTOR

Manulife Investment Protector merupakan produk unit link single premi dari Manulife yang menawarkan kemudahan dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia, China dan India serta memberikan perlindungan jiwa hingga usia 75 tahun.
 
Manulife Investment Protector termasuk jenis produk tanpa syarat pemeriksaan kesehatan dalam proses pengajuan aplikasi (Guaranteed Issue). Sehingga jenis asuransi ini sesuai bagi mereka yang memiliki riyawat kesehatan kurang baik ataupun memiliki berat badan tidak proporsional karena pengajuan aplikasi pasti akan diterima.
 
Kelebihan dari Manulife Investment Protector, yaitu:
  • 100% total premi dimasukkan sebagai alokasi investasi
  • Bonus manfaat meninggal akibat kecelakaan
  • Proses pengajuan aplikasi mudah dan cepat
  • Jaminan polis terbit
  • Bebas biaya administrasi bulanan

MANFAAT MANULIFE INVESTMENT PROTECTOR
  1. Meninggal sebelum usia 75 tahun: 150% dari Premi Tunggal + Nilai Polis yang terbentuk
  2. Meninggal akibat kecelakaan sebelum usia 65 tahun: 300% dari Premi Tunggal + Nilai Polis yang terbentuk.
  3. Manfaat akhir kontrak: Nilai Polis yang terbentuk

USIA MASUK: 6 Bulan – 70 Tahun
 
 
KETENTUAN PREMI
Minimum premi terdiri dari Premi Tunggal + Top Up = Rp 50,000,000
 
 
UANG PERTANGGUNGAN: 150% dari Premi Tunggal
 
 
MASA PEMBAYARAN PREMI: Tunggal (sekaligus)
 
 
MASA PERTANGGUNGAN: Hingga tertanggung mencapai usia 75 tahun
 
 
ALOKASI INVESTASI
100% Premi Tunggal dan Top Up akan dimasukkan sebagai Alokasi Investasi
 
 
PILIHAN INVESTASI
Alokasi investasi dapat ditempatkan pada salah satu atau kombinasi dari beberapa pilihan investasi berikut, dengan syarat minimum alokasi sebesar 10% pada setiap pilihan investasi.
  1. Manulife Dana Ekuitas
  2. Manulife Dana Ekuitas Indonesia China
  3. Manulife Dana Ekuitas Indonesia India
  4. Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital
  5. Manulife Pendapatan Tetap Korporasi
  6. Manulife Pendapatan Tetap Negara
  7. Manulife Pendapatan Tetap Dollar
  8. Manulife Dana Pasar Uang
  9. Manulife Dana Berimbang
  10. Manulife Dana Ekuitas Syariah
  11. Manulife Dana Berimbang Syariah
  12. Manulife Dana Pasar Uang Syariah

HARGA UNIT
Harga yang digunakan untuk pembelian dan penjualan unit adalah Harga Beli
 
 
BIAYA
  • Biaya Pertanggungan dihitung berdasarkan usia dan jenis kelamin, dikenakan untuk Pertanggungan Dasar dan Tambahan (bila ada) dan dipotong dari Nilai Polis setiap bulan.
  • Bebas biaya switching sebanyak 4 kali dalam satu tahun polis, selebihnya dikenakan biaya Rp 50.000.
  • Biaya pengelolaan dana sebesar 2% per tahun dari total dana yang dikelola. Khusus Manulife Dana Ekuitas, Manulife Dana Ekuitas Indonesia India, Manulife Dana Ekuitas Indonesia China, Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital dan Manulife Dana Ekuitas Syariah dikenakan biaya sebesar 2.5% per tahun dari total dana yang dikelola.
  • Biaya Pengambilan dan atau Pembatalan Unit di tahun awal, sebagai berikut:

Tahun Polis Ke-     1  2 3 4 5 ≥ 6
% Dari Jumlah Dana Yang Ditarik     7%  5% 3% 2% 1% 0%



TOP UP
Minimum: Rp 1,000,000, dengan kelipatan dalam jutaan Rupiah
 
 
WITHDRAWAL
  • Minimum: Rp 1,000,000
  • Minimum saldo Nilai Polis sesudah withdrawal: Rp 3,000,000

SWITCHING
Minimum: Rp 500,000
 
 
RIDER YANG DAPAT DITAMBAHKAN:
  • Yearly Renewable Term (YRT): memberikan manfaat asuransi jiwa tahunan yang dapat diperbarui setiap tahun secara otomatis.
  • Accidental Death & Disability Benefit (ADDB): memberikan santunan meninggal atau cacat tetap akibat kecelakaan.
  • Critical Illness Protection (CIP): memberikan manfaat perlindungan 38 penyakit kritis.
Biaya Pertanggungan untuk Pertanggungan Tambahan dipotong dari Nilai Polis setiap bulan.
Mau tahu lebih jauh mengenai produk ini, silakan hubungi saya dengan mencantumkan nama, jenis kelamin, tanggal lahir, status merokok serta alamat email.

Thursday, March 21, 2013

MANULIFE VALUE PROTECTOR


Manulife baru saja meluncurkan produk unit link terbaru pada tanggal 15 Juni 2012. Produk yang diberi nama Manulife Value Protector ini ditujukan untuk membantu Anda dalam merencanakan tujuan finansial di masa depan dengan memberikan perlindungan asuransi jiwa hingga tertanggung berusia 99 tahun.
Manulife Value Protector yang dibuat khusus sebagai sarana untuk berinvestasi dan juga memberikan perlindungan jiwa ini tersedia dalam mata uang Rupiah dan US Dollar.

 
Manfaat utama

a. Manfaat Meninggal
  1. Manfaat meninggal: Manulife Value Protector memberikan perlindungan sebesar 100% Uang Pertanggungan Dasar kepada ahli waris selama masa asuransi.
  2. Manfaat investasi: Manulife Value Protector juga akan membayarkan manfaat investasi berupa nilai polis. Nilai polis adalah alokasi investasi premi polis beserta hasil pengembangannya.
b. Manfaat Akhir Masa Asuransi
Manulife akan membayarkan nilai polis yang terbentuk pada saat akhir masa asuransi.

c. Menyediakan Dana Untuk Kebutuhan Mendesak
Misalnya menyiapkan dana pendidikan, dana pada saat pensiun atau modal usaha.



Manulife Value Protector juga memberikan kesempatan bagi Anda untuk memperluas manfaat perlindungan dengan menambah Rider (perlindungan tambahan):
  1. Asuransi Kecelakaan Dan Cacat Tetap (ADDB)
  2. Santunan pembebasan premi (Waiver of Premium 99)
  3. Kesehatan dengan perlindungan hingga usia 80 tahun (Advance Hospital Benefit Plus)
  4. Kesehatan dengan fasilitas perawatan kanker dan cuci darah yang dihitung sebagai manfaat tahunan (HealthSafe)
  5. Manulife Crisis Cover Ultimate (MCCU), yaitu perlindungan 56 penyakit kritis.
  6. Yearly Renewable Term

Keunggulan Manulife Value Protector
  1. Fleksibilitas dalam pembayaran premi.
  2. Tanpa premi tambahan untuk produk raider karena premi untuk asuransi tambahan ini dibayarkan melalui nilai polis.
  3. Fleksibilitas dalam transaksi, seperti penambahan dana investasi baik secara berkala ataupun sewaktu melalui fasilitas top-up.
  4. Memberikan perlindungan jiwa hingga berusia 99 tahun.
  5. Memberikan investasi optimal dengan adanya bonus penambahan unit sebesar 2% dari premi dasar sejak tahun polis ke-6 dan seterusnya.
  6. Fasilitas polis selalu aktif (No Lapse security): polis akan tetap aktif sampai dengan tanggal jatuh tempo pembayaran premi berikutnya meskipun nilai polis mengalami penurunan nilai di tengah jalan. Sepanjang premi selalu dibayar pada saat tanggal jatuh tempo.

Usia Masuk
Tertanggung: 6 bulan – 70 tahun
Pemegang Polis: Minimum 18 tahun


Masa Pertanggungan
Hingga tertanggung berusia 99 tahun


Masa Pembayaran Premi
Hingga Tertanggung berusia 99 tahun


Premi Polis
Minimum premi dasar:
  • Usia masuk 6 bulan – 50 tahun sebesar Rp 3,000,000 (US$ 400) per tahun (untuk premi bulanan Rp 300,000 atau US$ 50)
  • Usia masuk 51 – 70 tahun sebesar Rp 6,000,000 (US$ 800) per tahun (untuk premi bulanan Rp 500,000 atau US$ 70)
Untuk menambah investasi, Anda juga dapat melakukan Top-Up Berkala yang besarnya minimum Rp 1,000,000 (US$ 125) per tahun (untuk premi bulanan Rp 100,000 atau US$ 15).


Pilihan Uang Pertanggungan
Perhitungan besarnya UP, yaitu:
  • Minimum 5 x Premi Dasar disetahunkan
  • Maksimum Faktor UP berdasarkan Usia Masuk x Premi Dasar disetahunkan

Alokasi Investasi Premi
Tahun   Premi Dasar    Top-Up Berkala    Top-Up
     1               15%                 100%                 100%
     2               40%                 100%                 100%
     3               65%                 100%                 100%
     4               85%                 100%                 100%
     5               90%                 100%                 100%
     6+            102%                100%                 100%


Biaya-Biaya

  • Biaya Pemeliharaan

Tahun   Premi Dasar   Top-Up Berkala    Top-Up
    1               85%                      0%                    0%
    2               60%                      0%                    0%
    3               35%                      0%                    0%
    4               15%                      0%                    0%
    5               10%                      0%                    0%
    6+               0%                      0%                    0%

  • Selisih harga jual dan harga beli sebesar 2 %
  • Biaya pertanggungan dasar (COI): biaya yang dikenakan terhadap pertanggungan dasar. Besarnya adalah berdasarkan UP dasar yang dipilih, jenis kelamin dan usia.
  • Biaya pertanggungan tambahan (COR): biaya yang dikenakan atas pertanggungan tambahan yang diambil. Besarnya biaya mengacu pada ketentuan masing-masing pertanggungan tambahan
  • Biaya Administrasi Bulanan sebesar Rp 30,000 atau US$ 4.
  • Biaya pengelolaan dana: besarnya biaya pengelolaan manajemen ini sebesar 2% per tahun, kecuali untuk Manulife Dana Ekuitas, Manulife Dana Ekuitas Syariah, Manulife Dana Ekuitas Indonesia – China, Manulife Dana Ekuitas Indonesia – India, Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital sebesar 2,5% per tahun.
  • Biaya perubahan alokasi dana investasi: dikenakan setelah transaksi ke-4 dan seterusnya, per tahun polis, besarnya Rp 50,000 atau US$ 8 per transaksi.

Pilihan Dana Investasi
  • Polis dalam mata uang Rupiah
  1. Manulife Dana Ekuitas
  2. Manulife Dana Ekuitas Syariah
  3. Manulife Dana Pasar Uang
  4. Manulife Dana Pasar Uang Syariah
  5. Manulife Dana Berimbang
  6. Manulife Dana Berimbang Syariah
  7. Manulife Dana Pendapatan Tetap Negara
  8. Manulife Dana Pendapatan Tetap Korporasi
  9. Manulife Dana Ekuitas Indonesia-China
  10. Manulife Dana Ekuitas Indonesia-India
  11. Manulife Dana Ekuitas Small Mid Capital
  • Polis dalam mata uang US Dollar
  1. Manulife Dana Pendapatan Tetap Dollar
  2. Manulife Dana Ekuitas Indonesia-China (USD)
  3. Manulife Dana Ekuitas Indonesia-India (USD)
Apabila Anda memilih lebih dari 1 jenis dana investasi, minimum besarnya persentase dari setiap jenis dana investasi yang dipilih adalah 10%.


Monday, February 25, 2013

Tips Pilih Proteksi

Bicara soal proteksi, baik itu perorangan atau keluarga, pasti memiliki prioritasnya sendiri. Kita semua mengambil langkah untuk menjaga segala hal yang kita anggap penting. Apalagi ketika menyangkut tentang hidup. Itu adalah sesuatu yang dating secara alami, sebuah naluri yang membantu kita untuk berencana, bekerja, dan bahkan berjuang untuk melestarikan apa yang kita cintai.
Memiliki asuransi artinya kita berproteksi. Meski demikian, belum tentu kita sudah bebas dari persoalan. Sebab, kenyataannya, proteksi tersebut tidak mencukupi. Segala aspek mengenai hidup perlu kita pertimbangkan. Pengetahuan soal besarnya antara perkiraan kebutuhan dan perlindungan yang tersedia sangat berguna dalam menganalisa kondisi kita.
Untuk memahami kebutuhan cakupan proteksi, untuk Anda yang bekerja, diperlukan perhatian khusus tentang jumlah proteksi yang disediakan oleh perusahaan. Adalah penting untuk memperhitungkan apakah jumlah proteksi yang diberkan oleh perusahaan sudah mencukupi seluruh kebutuhan setelah terjadi risiko?
Garis bawahi pernyataan “setelah terjadinya risiko”. Anda harus mampu membayangkan bagaimana perjalanan hidup 10 kali ke depan.
Jika perusahaan tempat Anda bekerja hanya memberkan asuransi jiwa dan asuransi rawat inap yang sangat minimum, Anda bisa memutuskan membeli asuransi rawat inap perseorangan, artinya terpisah.
Sehingga, misalnya saat Anda harus menjalani operasi besar yang membutuhkan biaya besar dengan segala hal-hal kecil yang tergandeng untuk kebutuhan medis, seluruh biaya operasi dan yang terkait di dalamnya dapat ditanggung oleh perusahaan asuransi. [Sumber: berita-asuransi.com]

Saturday, February 23, 2013

Kapan Waktu untuk memiliki Asuransi + Investasi

Most people asked me when we should have insurance or investing instrument .

1. Muda sebelum tua
Semakin tinggi usia kita maka semakin besar risiko kita dari sisi kesehatan dan kematian. Setiap kita melewati 1 umur kita maka secara angka usia kita bertambah dan ini merupakan hukum yang pasti, tapi secara asuransi jiwa sebenernya usia kita berkurang krn semakin dekat dgn kematian.
Untuk ilustrasi di Asuransinya+Investasinya sbb :
 Jadi sangat wajar jika usia kita makin tinggi preminya makin tinggi pula. Misal usia  25 tahun premi/nabungnya 1jt/bulan, krn  menunda & baru ikut di usia 35 taun, maka untuk manfaat asuransi yg sama kita nabungnya harus lebih dari 1jt
a. Di prudential, tersedia asuransi yg disertai unit link   dan masa menabungnya hanya 10 tahun, tp manfaatnya sampai usia 99. Jd kalo kita start di usia 25, berarti stop di usia 35, yang berarti setelah itu kita sudah tidak perlu menabung lagi dan asuransi + proteski tetap melekat pada diri kita . Tp kalo start ikutnya
di usia 35, berarti sampe usia 45 . begiru seterusnya, yang intinya semakin muda semakin baik ...
b. Kemudian di usia 50, jumlah tabunganya  (investasi) sudah beda (lebih besar) dengan yg start nabung di usia 25 .
The Faster you have, The better the outcome

2. Sehat sebelum sakit
Pada dasarnya, asuransi tidak mengcover penyakit yang sudah ada pada diri seseorang. Jika orang tsb pernah mengalami sakit sebelumnya apa lagi sampai dirawat dirumah sakit, maka asuransi tidak bisa mengcover penyakit tersebut. Orang seperti ini disebut substandard atau orang yang memiliki risiko.
Oleh karena itu, sebelum risiko2 tsb muncul segeralah kita ikut asuransi. (Prinsip pertama : Setiap orang pasti pernah sakit)
Ada suatu kasus orang yang sangat kaya raya, namun karena pernah menderita penyakit kanker, walau dia berani membayar premi hingga ratusan juta, perusahaan asuransi tetap saja akan menolak orang tersebut. So, sekaya apapun agan, klo udah terkena risiko, maka kita tidak bisa ikut asuransi.

3. Kaya sebelum miskin
Dalam hal ini maksudnya mampu ketika tidak mampu. Jika sudah dirasa mampu segera lah memproteksi diri, soalnya kalo risiko itu udh terjadi, biayanya bakal jauh lebih besar daripada biaya ikut asuransi. Apa lagi kalo udah punya nilai aset yang besar, akan jauh lebih merasa rugi ketika risiko itu datang. Konsultasikanlah dengan agent tentang kemampuan finacial kita sehingga mendapatkan manfaat asuransi+investasi yang maksimal.


4. Hidup sebelum mati
Setiap orang pasti akan melalui tahap ini . Di sini kita bermaksud agar keluarga dan anak2 yang kita cintai hidupnya masih sejahtera dan bisa melanjutkan hidup meskipun kita sudah meninggalkannya.

5. Lapang sebelum sempit
Pandangan kita terhadap asuransi diharuskan tidak lah sempit. Hasil survei yang dilakukan Swiss Re tahun 2011 terhadap 1.000 orang kelompok usia 20 tahun hingga 40 tahun. Para responden ini tinggal di Jakarta, Surabaya, Bandung dan Medan , sebanyak 40% responden itu mengatakan, keluarganya akan mengalami kesulitan keuangan bila terjadi kematian dini, penyakit serius atau cacat. Angka ini lebih tinggi ketimbang Singapura (30%), Malaysia (29%) dan India (24%).  Padahal angka orang yang ikut asuransi di Indonesia masih kecil dibandingkan dengan negara2 tetangga kita. Mengapa negara2 tetangga kita sangat peduli untuk berasuransi ?

So segeralah  berasuransi dan berinvestasi  ... thx

Kisah Seorang Pengusaha yang Dijemput Malaikat

Kisah Seorang Pengusaha yang Dijemput Malaikat

Seorang pengusaha sukses jatuh di kamar mandi dan akhirnya stroke, sudah 7 malam dirawat di RS di ruang ICU. Disaat orang-orang terlelap dalam mimpi malam, dalam dunia Roh seorang Malaikat menghampiri si pengusaha yang terbaring tak berdaya.

Malaikat memulai pembicaraan, “kalau dalam waktu 24 jam ada 50 orang berdoa buat kesembuhanmu, maka kau akan hidup dan sebaliknya jika dalam 24 jam jumlah yang aku tetapkan belum terpenuhi, itu artinya kau akan meninggal dunia!

“Kalau hanya mencari 50 orang, itu mah gampang .. . ” kata si pengusaha ini dengan yakinnya.
Setelah itu Malaikat pun pergi dan berjanji akan datang 1 jam sebelum batas waktu yang sudah disepakati.

Tepat pukul 23:00, Malaikat kembali mengunjunginya; dengan antusiasnya si pengusaha bertanya, “apakah besok pagi aku sudah pulih? pastilah banyak yang berdoa buat aku, jumlah karyawan yang aku punya lebih dari 2000 orang, jadi kalau hanya mencari 50 orang yang berdoa pasti bukan persoalan yang sulit“.

Dengan lembut si Malaikat berkata, “anakku, aku sudah berkeliling mencari suara hati yang berdoa buatmu tapi sampai saat ini baru 3 orang yang berdoa buatmu, sementara waktu mu tinggal 60 menit lagi, rasanya mustahil kalau dalam waktu dekat ini ada 50 orang yang berdoa buat kesembuhanmu”.

Tanpa menunggu reaksi dari si pengusaha, si Malaikat menunjukkan layar besar berupa TV siapa 3 orang yang berdoa buat kesembuhannya. Dilayar itu terlihat wajah duka dari sang istri, di sebelahnya ada 2 orang anak kecil, putra putrinya yang berdoa dengan khusuk dan tampak ada tetesan air mata di pipi mereka”.

Kata Malaikat, “aku akan memberitahukanmu, kenapa Tuhan rindu memberikanmu kesempatan kedua? itu karena doa istrimu yang tidak putus-putus berharap akan kesembuhanmu”

Kembali terlihat dimana si istri sedang berdoa jam 2:00 subuh,” Tuhan,
aku tau kalau selama hidupnya suamiku bukanlah suami atau ayah yang baik! Aku tau dia sudah mengkhianati pernikahan kami, aku tau dia tidak jujur dalam bisnisnya, dan kalau pun dia memberikan sumbangan, itu hanya untuk popularitas saja untuk menutupi perbuatannya yang tidak benar dihadapanMu, tapi Tuhan, tolong pandang anak-anak yang telah Engkau titipkan pada kami, mereka masih membutuhkan seorang ayah dan hamba tidak mampu membesarkan mereka seorang diri.”
dan setelah itu istrinya berhenti berkata-kata tapi air matanya semakin deras mengalir di pipinya yang kelihatan tirus karena kurang istirahat”.

Melihat peristiwa itu, tampa terasa, air mata mengalir di pipi pengusaha ini . . . timbul penyesalan bahwa selama ini dia bukanlah suami yang baik dan ayah yang menjadi contoh bagi anak-anaknya, dan malam ini dia baru menyadari betapa besar cinta istri dan anak-anak padanya.

Waktu terus bergulir, waktu yang dia miliki hanya 10 menit lagi, melihat waktu yang makin sempit semakin menangislah si pengusaha ini, penyesalan yang luar biasa tapi waktunya sudah terlambat ! tidak mungkin dalam waktu 10 menit ada yang berdoa 47 orang !

Dengan setengah bergumam dia bertanya, “apakah diantara karyawanku, kerabatku, teman bisnisku, teman organisasiku tidak ada yang berdoa buatku?”

Jawab si Malaikat,’” ada beberapa yang berdoa buatmu tapi mereka tidak tulus, bahkan ada yang mensyukuri penyakit yang kau derita saat ini, itu semua karena selama ini kamu arogant, egois dan bukanlah atasan yang baik, bahkan kau tega memecat karyawan yang tidak bersalah”.
Si pengusaha tertunduk lemah, dan pasrah kalau malam ini adalah malam yang terakhir buat dia, tapi dia minta waktu sesaat untuk melihat anak dan si istri yang setia menjaganya sepanjang malam.

Air matanya tambah deras, ketika melihat anaknya yang sulung tertidur di kursi rumah sakit dan si istri yang kelihatan lelah juga tertidur di kursi sambil memangku si bungsu.

Ketika waktu menunjukkan pukul 24:00, tiba-tiba si Malaikat berkata, “anakku, Tuhan melihat air matamu dan penyesalanmu ! ! kau tidak jadi meninggal, karena ada 47 orang yang berdoa buatmu tepat jam 24:00″.

Dengan terheran-heran dan tidak percaya, si pengusaha bertanya siapakah yang 47 orang itu?. Sambil tersenyum si Malaikat menunjukkan suatu tempat yang pernah dia kunjungi bulan lalu.
Bukankah itu Panti Asuhan ? kata si pengusaha pelan.

Benar anakku, kau pernah memberi bantuan bagi mereka beberapa bulan yang lalu, walau aku tau tujuanmu saat itu hanya untuk mencari popularitas saja dan untuk menarik perhatian pemerintah dan investor luar negeri.

Tadi pagi, salah seorang anak panti asuhan tersebut membaca di koran kalau seorang pengusaha terkena stroke dan sudah 7 hari di ICU, setelah melihat gambar di koran dan yakin kalau pria yang sedang koma adalah kamu, pria yang pernah menolong mereka dan akhirnya anak-anak panti asuhan sepakat berdoa buat kesembuhanmu.

Doa sangat besar kuasanya, tak jarang kita malas, tidak punya waktu, tidak terbeban untuk berdoa bagi orang lain.

Ketika kita mengingat seorang sahabat lama / keluarga, kita pikir itu hanya kebetulan saja padahal seharusnya kita berdoa bagi dia, mungkin saja pada saat kita mengingatnya dia dalam keadaan butuh dukungan doa dari orang-orang yang mengasihi dia.

Disaat kita berdoa bagi orang lain, kita akan mendapatkan kekuatan baru dan kita bisa melihat kemuliaan Tuhan dari peristiwa yang terjadi.

Monday, February 18, 2013

Menjenguk Rumah Sakit (AJAHN BRAHM)

Sewaktu menjenguk seseorang di rumah sakit , banyak di antara kita yang menyapa, "Bagaimana rasanya hari ini ? "

Sebagai sebuah sapaan, betapa konyolnya ucapan itu ! Tentu saja mereka merasa bonyok, kalau tidak , pastilah mereka tidak berada di rumah sakit kan ? Terus kata-kata klise tersebut membuat pasien menjadi tertekan batin. Mereka tentu merasa kurang sopan kalau membuat penjenguk mejadi sedih dengan mengatakan bahwa keadaan mereka sebenarnya sedang payah. Bagaimana  mereka bisa mengecewakan seseorang yang telah susah payah datang menjenguk mereka di rumah sakit dengan menjawab jujur bahwa mereka kesakitan, payah, seperti teh celup bekas ? Oleh karena itu, mereka terpaksa berbohong , berkata , "saya merasa sudah baikan hari ini ", dengan perasaan bersalah bahwa mereka tidak dapat berbuat banyak untuk sembuh. Sungguh sayang, begitu banyak penjenguk rumah sakit justru membuat pasien lebih sakit !

Seorang biksuni Australia tradisi Tibet berada dalam keadaan sekarat akibet kanker di sebuah rumah sakit di Perth. Saya telah mengenalnyaselama beberapa tahun dan cukup sering menjenguknya. Suatu hari dia menelepon saya di Wihara, meminta agar saya menjenguknya hari itu juga karena dia merasa waktunya sudah dekat. Saya menghentikan segala kegiatan saya dan segera meminta seseorang mengantarkan saya ke rumah sakit di Perth yang berjarak tujuh puluh kilometer. Sewaktu saya minta izin besuk di resepsionis rumah sakit, perawat jaga mengatakan bahwa biksuni Tibet tersebut memberi perintah agar tak seorang pun diizinkan membesuknya.

"Tetapi saya sudah datang jauh-jauh khusus untuk membesuknya". saya berkata kalem.

"Maaf, salak perawat itu, "dia tidak ingin menerima siapapun dan kita semua harus menghormatinya".

"Mana mungkin," Protes saya, " dia telah menelepon saya sekitar satu setengah jam yang lalu dan meminta datang".

Perawat tua itu memelototi saya dan meminta saya untuk mengikutinya. Kami berhenti di depan kamar sang biksuni dan si perawat menunjuk sebuah kerta yang ditempel di pintunya yang tertutup, bertuliskan "TIDAK MENERIMA PENGUNJUNG".

"Lihar" Kata si perawat.

Begitu saya memeriksa kertas tersebut, saya membaca kata-kata lain, ditulis dengan huruf yang lebih kecil di bawahnya, "KECUALI AJANH BRAHM".

Akhirnya saya boleh masuk.

Saat saya bertanya kepada sang biksuni, mengapa dia menaruh kertas pengumuman tersebut dengan perkecualiaan, dia menjelaskan bahwa setiap kali teman dan kerabat datang menjenguknya, mereka sangat sedih dan tertekan menyaksikan keadaannya yang parah, dan itu membuat perasaannya menjadi lebih buruk. "Sekarat karena kanker sudah cukup parah ", katanya, "saya tidak ingin memperparahnya dengan masalah emosional para pembesuk saya !".

Kemudian dia berkata bahwa cuma sayalah satu-satunya teman yang memperlakukannya sebagai seorang pribadi, bukan sebagai seorang yang sekarat; yang tidak sedih melihatnya makin hari makin kurus dan loyo, yang malah menceritakan lelucon-lelucon dan membuatnya tertawa. Saat itu saya lantas menghiburnya dengan lelucon-lelucon selama jam berikutnya, sementara dia mengajarkan saya bagaimana menolong seorang teman yang sedang menghadapi kematian. Saya belajar darinya bahwa saat menjenguk seseorang dari rumah sakit, berbicaralah kepada pribadinya dan biarlah pernyakitnya menjadi pembicaraan dokter dan perawat saja.

Dia wafat kurang dari dua hari setelah kunjungan saya.

Disadur dari Buku AJAHN BRAHM "Si Cacing dan Kotoran Kesayangannya"